Tampilkan postingan dengan label Dunia Pesawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Pesawat. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Agustus 2011

Ilmu Penerbangan : Mengapa Pesawat Terbang Dapat Terbang ?


airforcesairforces
Pernahkah Anda bertanya, mengapa pesawat terbang bisa terbang di udara? Adakah sesuatu yang salah dengan hukum gravitasi Mr. Newton? Bukankah segala sesuatu yang tidak digantung dan tidak nempel ke tanah harus jatuh kembali ke tanah?

Weight
Setiap sesuatu yang menempati ruang, memiliki massa. Setiap massa yang terpengaruh oleh medan gravitasi, memiliki berat. Hal ini juga berlaku dengan pesawat terbang. Setiap komponen pesawat terbang, mulai dari rangka pesawat, penumpang, sampai dengan bagasi, menambah berat pesawat terbang tersebut. Gaya berat ini yang menyebabkan setiap barang yang gak nempel ke tanah, atau yang tidak ditahan akan selalu jatuh ke tanah. Gaya berat selalu menarik segala sesuatu ke pusat gravitasi bumi.
Lift
Kalau begitu, pesawat harus ditahan supaya tidak jatuh, dong? Ya, pesawat terbang dapat mengudara karena ditahan oleh gaya angkat (lift) netto yang dihasilkan oleh seluruh badan pesawat. Tentunya, komponen terbesar yang menghasilkan gaya angkat adalah bagian sayap pesawat (wing). Bagaimana lift dihasilkan? Ada tiga nama yang harus disebutkan di sini, Mr. Newton, Mr. Coanda dan Mr. Bernoulli.
pesawat_kertaspesawat_kertas
Hey, Mr. Newton!
Lift dihasilkan karena aliran udara dibelokkan ketika mengalir melewati sayap. Bahkan, tidak hanya ketika melewati sayap pesawat, lift juga dihasilkan ketika kita menaruh kertas di depan aliran udara pada suatu sudut tertentu. Kata kuncinya adalah: aliran dan pembelokan aliran tersebut. Coba dengan bermain pesawat kertas! Jika pesawat dilepas tanpa diberi dorongan ke depan, pesawat tersebut tetap akan jatuh ke tanah. Ini menunjukkan perlu ada aliran udara agar lift dapat dihasilkan.
Ketika aliran udara dibelokkan, terjadi aksi-reaksi antara aliran udara dan objek yang membelokkan udara tersebut (sayap, kertas). Ketika aliran udara yang awalnya lurus kemudian belok setelah melewati objek tersebut, kita kemudian bertanya, apa yang membengkokkan aliran tersebut. Ya, jawabannya adalah objek tersebut. Artinya, ada suatu gaya yang dikerjakan oleh objek tersebut terhadap aliran udara tersebut. Mr. Newton berkata, untuk setiap aksi akan ada reaksi yang sama besar pada arah yang berlawanan dari aksi tersebut. Objek tadi telah mengerjakan suatu aksi pada aliran udara tersebut, maka, aliran udara juga akan mengerjakan reaksi yang sama besar pada objek tersebut.
Mari kita liat apa yang terjadi pada pesawat kertas kita tadi.
lift
The second guy, Mr. Coanda!
OK, sekarang kita telah mengerti bahwa lift dihasilkan karena arah aliran udara dibelokkan. Mengapa aliran udara tersebut bisa belok? Henri Coanda (1886-1972) menemukan suatu fenomena bahwa aliran fluida cenderung menempel ke permukaan di dekatnya. Artinya udara nggak bablas begitu saja, tetapi mengikuti bentuk permukaan di dekatnya. Artinya streamline aliran fluida tersebut akan berubah sesuai dengan bentuk permukaan di dekatnya. Hal ini menyebabkan aliran udara terbelokkan ketika mengenai kertas kita tadi (ataupun ketika melewati permukaan sayap).
Efek Bernoulli
Apa manifestasi nyata dari lift? Apabila berat pesawat dapat dilihat dari gravitasi bumi, lift dapat dilihat sebagai hasil dari perbedaan tekanan antara permukaan atas dan permukaan bawah sayap. Nett lift (gaya angkat netto) hanya bisa terjadi apabila tekanan di bawah sayap lebih besar daripada tekanan di atas sayap. Menurut Bernoulli, hal ini hanya bisa dihasilkan apabila kecepatan aliran di bagian bawah sayap pesawat lebih kecil daripada kecepatan aliran udara di bagian atas sayap pesawat.
And the rotating ball
Dapat juga diartikan sebaliknya bahwa lift dapat dihasilkan karena adanya perbedaan kecepatan di antara dua permukaan sehingga terjadi perbedaan tekanan. Hal ini dapat juga dilihat di olahraga tenis lapangan. Pemain tenis berusaha membuat bola mereka berputar (spin). Misalnya ketika melakukan topspin (bola diputar dengan pukulan raket dari bawah ke atas), ini membantu mencegah bola tenis jatuh di luar lapangan. Hal ini disebabkan ketika bola diberikan top spin, bola akan berputar seperti ditunjukkan di gambar di bawah ini. Dengan demikian, kecepatan aliran di atas bola lebih kecil daripada di bawah bola. Hal ini menyebabkan gaya ke bawah (Fm) pada bola tenis yang membantu mencegah bola tidak keluar lapangan.
rotating ball

More Advanced Topics
Bound Vortex and Kutta-Joukowski
Kutta dan Joukowski adalah dua orang yang memformulasikan bahwa lift dapat dihubungkan dengan sirkulasi/perputaran udara di sekitar suatu objek. Artinya, untuk setiap lift yang dihasilkan, ada suatu perputaran udara yang bisa diasosiasikan dengan lift tersebut. Ini yang dikenal dengan istilah bound vortex di sayap pesawat. Perputaran udara ini menghasilkan lift pada pesawat. Teorema sirkulasi yang dituliskan oleh Kelvin menyatakan bahwa karena pada awalnya ketika pesawat diam tidak ada sirkulasi sama sekali, vortex ini akan membentuk suatu loop yang agar total sirkulasi tetap nol. Akibatnya dapat dilihat seperti pada gambar di samping: adanya starting vortex dan tip vortex.
bound_vortex_and_kutta-joukowskibound_vortex_and_kutta-joukowski

The Common Fallacies
Kesalahan-kesalahan yang sering ditemukan mengenai bagaimana lift dapat dihasilkan adalah sebagai berikut:
Teori "Longer path" or "Equal Transit Time"
Teori ini mengatakan bahwa airfoil pesawat di-design sedemikian agar panjang lintasan permukaan atas sayap lebih panjang daripada permukaan bawah sayap. Artinya molekul udara di sisi atas sayap harus bergerak lebih cepat daripada molekul di sisi bawah sayap agar mereka bertemu lagi di ujung trailing edge sayap. Teori ini walaupun kedengarannya benar, tetapi didasarkan pada asumsi yang salah, yaitu bahwa molekul udara harus bertemu lagi di ujung sayap. Kalau teori ini benar, kertas kita tadi tidak akan bisa menghasilkan lift. Pada kenyataannya, ada lift yang dihasilkan dari kertas yang diletakkan pada suatu angle-of-attack terhadap aliran udara.
Teori tumbukan molekul udara
Teori ini mengatakan bahwa lift dihasilkan dari tumbukan udara yang dibelokkan pada sisi bawah sayap. Teori ini salah karena hanya melihat pada sisi bawah sayap saja yang menyebabkan aliran udara membelok. Pada kenyataannya lebih banyak udara yang dibelokkan di sisi atas sayap dibandingkan dengan sisi bawah sayap.

Senin, 16 Mei 2011

Cara Kerja Teknologi Canggih Pesawat Siluman

Kemajuan zaman membuat teknologi dirgantara semakin pesat perkembangannya, pada saat ini ada tiga kubu kuat di dunia dengan teknologi pesawatnya yang sangat maju.

Yang pertama tentunya Amerika serikat, kedua adalah Eropa dan yang terakhir adalah Russia. Ketiganya berlomba membuat pesawat tempur dengan teknologi yang lebih maju dari yang lainnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVdwND_742yUn0OmCxuYQib-TDKK2kyU7DOHJPCmKvE8KFAi8fo46U4WYnDC6mfZh5pKC7O78VU1hfjCwIGraZK9DAqcUg3sSYBrQ__i5M1HjGOtbdFb9yThEbElcqSvaNC9Tx72t1lR4/s400/b-2+spirit.jpg

Untuk urusan stealth yang memimpin tetap Amerika serikat, sedangkan Russia tak bisa diangap enteng dengan kelebihan-kelebihan manuvernya.

Meskipun Amerika juga telah mengembangkan teknologi manuver yang tak kalah gesitnya dengan Russia seperti penerapan Thrust Vectoring, yang mana “knalpot” pesawat bisa berbelok-belok ke segala arah.tapi diantara semua teknologi tersebut yang akan dibahas disini adalah mengenai bagaimana pesawat mendapat julukan Stealth (indonesia: Siluman, bisa menghilang).


Pesawat siluman buatan Rusia

Ada beberapa pesawat mutakhir milik Amerika yang masuk kategori ini, yaitu pesawat F-117, F-22, JSF F-35, dan B-2.

Untuk urusan Stealth sendiri bisa di akali pihak pabrikan dengan membuat design pesawat yang minus lekukan yang fungsinya adalah memperkecil sudut-sudut tajam yang bisa ditangkap oleh radar dan muncul pada RCS (radar cross section).

Selain itu ada pula pesawat-pesawat yang sudah agak uzur seperti F/A-18 Hornet (walaupun tidak benar-benar uzur karena telah mengalami upgrade lebih dari 30 persen) yang melapisi beberapa bagian pada pesawat nya dengan lapisan anti radar seperti pada ujung-ujung sayap utama dan bagian ruder nya.

Cara Kerja Pesawat yang Menggunakan Sistem Stealth (siluman)

Pada gambar diatas Sebuah pesawat F-117 dapat menghindari radar karena pada desain pesawat tersebut memiliki minus lekukan sehingga radar yang datang dari musuh akan di pantulkan sehingga yang muncul pada monitor RCS musuh hanyalah dot-dot (titik-titik) yang sangat kecil yang bisa dianggap sebagai gerombolan burung dan bukanlah pesawat yang sedang menyelinap.

Mirip cara kerja Burung Walet

Pesawat tanpa sistem stealth (siluman)

Gambar kedua ini adalah sebuah F-15 Eagle yang dalam desainnya banyak memiliki lekukan-lekukan tajam pada body nya sehingga dapat di tangkap oleh radar dengan baik dan muncul dalam monitor RCS sebagai dot-dot pesawat tempur yang menyusup.

Mungkin seperti itulah gambaran mudahnya mengapa sebuah pesawat bisa lolos dari monitor pengawas musuh, namun begitu, pesawat F-117 ternyata memiliki kelemahan juga, pada saat konflik Yugoslavia, pesawat ini tertangkap radar dan tertembak jatuh oleh misil SA-3 SAM buatan Russia.

Ternyata jatuhnya pesawat itu pada saat bom bay nya (pintu bom) dalam keadaan terbuka sehingga mungkin sudut-sudut tajam itulah yang tertangkap oleh radar kemudian di seranglah dengan misil darat ke udara tersebut (surface to air missile).

Kesimpulannya, akan perlu penyempurnaan pada setiap generasi pesawat tempur, dengan penyempurnaan tersebutlah pihak suatu negara memperkecil jumlah korban jiwa yang berjatuhan.

Pesawat Siluman Buatan Amerika

Untuk mencapai 'stealth' ada 3 metode yang saat ini dikenal :
  1. Rekayasa bentuk (shape) seperti bentuk pada F117.
  2. Rekayasa material (Radar Absorbant Material) seperti pada U2 (generasi awal).
  3. Rekayasa teknologi lainnya : plasma stealth, efek pertama kali muncul di satelit sputnik Rusia, namun untuk pesawat sepertinya masih dirahasiakan.
Namun, ultimate goal nya stealth yang ingin dicapai selain tak tampak di radar, juga kasat mata (seperti bunglon) dan saat ini juga sedang dalam penelitian.

Kalau tidak salah pernah muncul di acara TV National Geographic tentang hal ini, menggunakan teknologi laser dan rekayasa material untuk membelokkan cahaya yang seharusnya dipantulkan sehingga objek dibelakang benda menjadi tidak tampak (benda jadi transparan).

Seiring dengan waktu, teknologi radar pun berkembang untuk dapat mendeteksi pesawat stealth, antara lain radar 'radio', akustik, radar infra merah, radar thermal (panas), radar cuaca (setidaknya bisa mendeteksi tubulensi udara ketika pesawat melintas).

Sabtu, 07 Mei 2011

Habibie: Industri Dirgantara Indonesia Sengaja Dihambat


CN-235 MPA TNI AU hasil produksi PT. IPTN. (Foto: Dispenau)

8 Nopember 2010, Depok -- Mantan Presiden Prof Dr Ing BJ Habibie meyakini, pengembangan industri kedirgantaraan di Indonesia terhenti lantaran sengaja dihambat oleh salah satu negara industri maju. Sukses Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) memproduksi CN-235, bangsa Indonesia dianggap sudah menguasai teknologi kedirgantaraan yang bakal maju seperti Jepang.

"Pada satu ketika di Singapura, saya mendapat informasi bahwa jangan ada lagi Jepang kedua di Asia," tutur Habibie ketika berbicara dalam Studium Generale Kongres ke-27 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Kongres tersebut berlangsung di Graha Insan Cita, Kota Depok, Sabtu (6/11) siang.

Tampak hadir dalam acara pembukaan mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, mantan Ketua BPK Anwar Nasution, dan mantan Menpora Mahadi Sinambela. Kongres ke-27 HMI, yang bertema Sinergi HMI untuk Indonesia yang Bermartabat, dibuka Menpora Andi Mallarangeng.

Ketika IPTN berhasil memproduksi CN-235, Habibie semakin yakin akan kecanggihan bangsa Indonesia dalam membuat produk berteknologi tinggi. "Saya katakan kepada Pak Harto (Presiden Soeharto-Red) bahwa yang membuat pesawat bisa terbang bukan lantaran kepres atau kekuasaan. Pesawat itu bisa terbang karena orang-orang pintar di belakangnya," ujar mantan Menteri Riset dan Teknologi itu.

Oleh karena itu, dia berpesan kepada generasi muda Indonesia, termasuk para anggota HMI, pencapaian yang telah dilakukannya agar dilanjutkan. "Saya berharap kemampuan generasi sekarang dan mendatang melampaui kemampuan kakeknya," kata Habibie.

Ia mengingatkan bahwa Bung Karno (Presiden Soekarno- Red) sangat bercita-cita agar bangsa Indonesia tidak dinilai sebagai bangsa kuli atau kuli bangsa-bangsa. "Kita telah memulainya, bahwa bangsa Indonesia memiliki kemampuan untuk membuat produk berteknologi tinggi. Setiap orang berhak untuk menguasai teknologi," katanya.

Hal lain yang diingatkannya adalah pemanfaatan waktu untuk kegiatan produktif. Dalam dunia ekonomi dikenal ada neraca perdagangan dan neraca pembayaran. Dari neraca tersebut bisa diketahui seberapa besar produk yang diperjualbelikan atau seberapa besar penggunaan anggaran. Terkait pemanfaatan waktu untuk kegiatan produktif, menurut Habibie, perlu ada neraca jam kerja.

Sementara itu, Akbar Tandjung, dalam sambutannya, mengimbau para anggota HMI untuk meneladani sikap Prof Lafran Pane, tokoh pendiri HMI. Lafran Pane, tutur dia, dikenal sebagai figur yang jujur dan bersemangat juang tinggi.

Ia pun mengingatkan bahwa HMI juga memiliki cendekiawan yang patut dibanggakan. Disebutnya, Prof Nurcholish Madjid, dan Prof Ismail Hasan Metareum. Nama mereka diabadikan dalam setiap ruang tempat para anggota HMI berkongres. Dengan demikian, diharapkan semua peserta terinspirasi oleh keteladanan para tokoh tersebut selama berkongres.

Di tempat yang sama, Menpora Andi Mallarangeng, dalam sambutannya, mengajak pemuda lebih giat menimba ilmu untuk meningkatkan daya saingnya. "Pesaing kita bukan lagi di dalam negeri, tapi luar negeri. Perguruan tinggi kita harus lebih baik dari Singapura atau Malaysia," tuturnya.

Ketua Umum PB HMI Arip Mustopha, dalam sambutannya, mengemukakan, ada agenda strategis HMI ke depan yang akan dibahas dalam kongres. Pertama, meneruskan peran aktif membangun demokrasi berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal. Kedua, menghasilkan lebih banyak entrepreneur untuk menjawab kebutuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Jumat, 06 Mei 2011

Cara kerja mesin jet


Udah pada tau kan dengan yang namanya pesawat jet??  so pastilah, orang sering mondar-mandir diatas rumah ente semua. pernah berpikir ga, gimana sih cara kerja mesin jet,apa saja yang terdapat dalam mesin jet?? mari kita bahas diblog ini.

Tidak perlu kita bahas kapan mesin jet dibuat dan bagaimana sejarahnya dan bagaimana mesin jet itu dibuat, pembahasan kita sekarang to the point aja yaitu bagaimana mesin jet bekerja.Liahat gambar diatas,udara masuk melalui air intake yang disebabkan oleh isapan dari compresor, sebelum mesin ini bekerja, starter bertugas dahulu untuk memutar compresor. Dalam kompresor ini udara ditarik kesisi belakang kompresor dan menciptakan tekanan begitu besar di ruangan pembakaran. Sama juga seperti di mesin piston, udara dimampatkan oleh gerakan piston dari TMB ke TMA. disaat tekanan dalam ruang pembakaran sudah tinggi, injektorpun menyemprotkan bahan bakar, disaat bersamaan, busi pun meletikkan percikan api, trus apa yang terjadi,... pembakaran pun akan berlangsung terus-menerus tanfa dipicu lagi oleh busi, selama bahan bakar terus disemprotkan kedalam ruang bakar.Selanjutnya, gas panas yang bertekanan tinggi inipun tertekan kearah belakang yaitu kearah turbin. turbin berputar dengan sangat keras,poros dari turbin ini berhubungan secara langsung dengan kompresor. Dengan berputarnya turbin maka akan menggerakkan juga yang namanya kopresor. sikluspun berlangsung terus menerus.liaht juga gambar dibawah, jika ditelusuri sistem kerjanya sangat mirib dengan mesin piston biasa.
gimana??? mulai dari langkah isi, kompresi, bakar dan buang kesenuanya sama , perbedaannya hanya dalam bentuk dan fungsi kerjanya saja, dari siklusnya sami... gampangkan.... ga perlu ribet-ribet pikirnya

Rabu, 20 April 2011

JET-JET TEMPUR GENERASI KE 5 STEALTH (SILUMAN)


 KFX 201 (INDONESIA-KORSEL) 5TH GERERATION

16 Juli 2010, Seoul -- Indonesia sepakat bergabung dalam proyek pengembangan jet tempur KF-X,Korea Selatan (Korsel), yang tertunda selama beberapa tahun akibat masalah teknis dan pendanaan.

Kedua negara juga sepakat untuk bekerja sama dalam produksi dan pemasaran jet tempur tersebut. “Indonesia akan memperoleh sekitar 50 jet tempur KF-X dengan menanggung 20% biaya pengembangan proyek bernilai miliaran dolar AS itu,” ungkap Kementerian Pertahanan Korsel dalam rilisnya. Kesepakatan itu ditandatangani di Seoul oleh Komisioner Kementerian Pertahanan Korsel dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Indonesia Marsekal Madya TNI Erris Herryanto kemarin.Menurut Juru Bicara Kementerian Pertahanan Korsel,proyek ini akan kembali dimulai awal tahun depan. Adapun produksi jet-jet tempur baru dilakukan setelah studi kelayakan rampung pada akhir 2012.

Model jet tempur siluman KF-X. (Foto: emile)

“Kami juga memerlukan mitra asing yang akan mentransfer teknologi dan suku cadang utama jet tempur tersebut,” ujarnya tanpa menyebutkan total dana yang diperlukan. Proyek jet tempur KF-X sebenarnya sudah diluncurkan tahun 2000,tapi ditangguhkan karena masalah teknis dan ekonomi.Presiden Lee Myung-bak pada Januari lalu setuju untuk mendorong proyek tersebut di tengah meningkatnya ketegangan antara Korsel dan Korut. Kementerian Pertahanan RI membenarkan kerja sama dengan Korsel dalam memproduksi pesawat tempur KF-X.Pemerintah Indonesia bisa menggunakan fasilitas milik PT Dirgantara Indonesia.

“Kami tidak hanya membeli pesawat tempur, tetapi juga ingin bekerja sama dalam produksinya.Kami berharap fasilitas milik PT Dirgantara Indonesia bisa digunakan untuk hal itu,”kata Juru Bicara Kemhan BrigjenTNI I Wayan Midhio. I Wayan mengatakan KF-X adalah pesawat tempur jenis baru yang memiliki kemampuan tempur andal. Bahkan.Wayan berani mengklaim kemampuan KF-X ini di atas F-16, tapi masih di bawah F-35.Wayan mengakui pemerintah berencana membeli 50 buah KF-X begitu pesawat selesai diproduksi.Tidak hanya membeli, pemerintah juga membantu memasarkan pesawat itu ke negara-negara lain.

“Saya kira, prinsip yang paling utama adalah sekarang negara kita bisa ikut terlibat dalam proses produksinya,jadi ada transfer teknologi,”tuturnya. Juru Bicara TNI Angkatan Udara Laksamana Pertama Bambang Samudro menyatakan kerja sama produksi pesawat tempur dengan Korsel ini adalah bagian dari rencana kedua pihak untuk meningkatkan kemampuan dalam memproduksi pesawat tempur.“Ini adalah kerja sama jangka panjang kedua negara.Kesepakatan ini dicapai setelah melalui pembicaraan panjang,”tuturnya.

Kerja sama produksi pesawat tempur ini, lanjut Bambang,dimulai tahun ini sementara segala persiapan seperti survei dan membuat prototipe akan dilakukan hingga 10 tahun ke depan.Bambang menambahkan, TNI AU akan memakai semua pesawat itu jika pemerintah membelinya.“Yang paling utama, kita tidak hanya membeli, tetapi kita bisa membuat sendiri peralatan tempur kita sebagaimana yang pemerintah inginkan,”katanya. Sekjen Kemhan Marsekal Madya Erris Herryanto sebelumnya mengatakan Indonesia layak untuk berpartner membuat pesawat tempur.Menurut dia,langkah kerja sama dengan Korsel merupakan suatu kemajuan karena tidak banyak negara yang bisa membuat pesawat tempur.


Apabila memiliki pabrik pesawat tempur, Indonesia tidak akan bergantung lagi kepada negara lain. Namun Erris saat itu belum bisa merinci beberapa hal yang tertuang dalam perjanjian itu,termasuk apa saja yang akan diperoleh Indonesia dan apa saja yang harus disediakan. ”Yang jelas, kita punya PT Dirgantara Indonesia dan tenaga ahli,”kata Erris. Dia juga mengungkapkan, spesifikasi pesawat tempur KF-X ini kira-kira berada di atas F-16,tetapi di bawah spesifikasi F-35.Adapun kebutuhan biaya yang diajukan sekitar USD8 miliar dengan jangka waktu kerja hingga tahun 2020.Pada 2020 diharapkan sudah bisa disiapkan lima prototipe.Dari keseluruhan anggaran itu,Indonesia diharapkan menanggung sebesar 20%.

Berdasar informasi yang berkembang, pesawat tempur ini rencananya akan rilis pada 2020 .Rencananya KF-X akan disokong mesin kembar setara dengan kelas General Electric F414 atau SNECMA M88 yang digunakan pada F/A- 18E/F Boeing dan Dassault Rafale. SNECMA menggambarkan M88 sebagai landasan dari keluarga mesin generasi baru. Mitra yang akan dirangkul untuk pengembangan mesin adalah Lockheed Martin yang sebelumnya terlibat dalam desain dan pengembangan pelatih Korea Aerospace T-50 jet supersonik. Proyek KF-X juga akan merangkul sejumlah perusahaan asing. Perusahaan-perusahaan asing akan membayar hingga 30% dari program.

Kepala Tim Pengembangan Sistem Udara Korsel Kolonel AU Dae Yeol-lee sebelumnya mengungkapkan, BAE Systems telah menyatakan minatnya dalam mengembangkan radar, sedangkan Alenia Aeronautica dipercaya untuk memasok senjata utama dari KF-X dan bertanggung jawab pada program neuron kolaboratif untuk mengembangkan teknologi European combat-drone.

SINDO


Jet Siluman Cina J-14




J-XX, J-14 (China, 2018)
This is the Chinese 5th generation fighter (4th generation by Chinese nomenclature) under development in Shenyang Aircraft Industry. Its introduction is planed for 2018.

No details of the aircraft were given yet to the public, but it is almost certainly designed for supersonic cruise without afterburning. China is probably working on two 5th generation concepts – one would be a heavy twin-engine fighter probably of about the same size as the F-22, and the other is a single-engine aircraft probably closer to the F-35.
http://militarystrat.wordpress.com/2010/01/07/chinas-5th-generation-j-14-stealth-fighter/ 

hightechnologyzone

Sukhoi PAK FA T-50 (Russia, 2015)
The twin-engined Sukhoi PAK FA (Russian: Перспективный авиационный комплекс фронтовой авиации, literally "Future Frontline Aircraft System") is the first non-American 5th generation fighter. It is developed by Sukhoi OKB for the Russian Air Force. Its first flight was in January 29th 2010, and introduction is planed for 2015. Estimated cost of 1 fighter is US$100 million.
As mentioned, the Russian Defense Ministry will purchase the first 10 of the T-50 after 2012 and then 60 after 2016. Also, Sukhoi director Mikhail Pogosyan has projected a market for 1,000 aircraft over the next four decades, which will be produced in a joint venture with India, 200 each for Russia and India and 600 for other countries.




General performances

Data available to public is unreliable, but according to www.globalsecurity.org, the T-50’s top speed is Mach 2.45 (2,600 km/h, 1,615 mph).
Ferry range is 5,500km, service ceiling 20,000m and g limit is +11g.

It seems that the PAK FA is going to surpass the US’s F-22 Raptor, and it going to be cheaper at the same time due to its more simple structure.
The PAK FA also has a bigger weapons bay and greater fuel capacity. Innovative wing leading edge radar of lower frequency (perhaps L band) would be able to locate stealth aircraft like the F-22, a capability that the F-22 does not have.
http://fightercountry.org/news/air-force-news/sukhoi-t-50-5th-generation-fighter/71265

However, premier of Russia Vladimir Putin and Russian media has spotted that the stealth technology along with electronic equipment are not fully developed yet for this aircraft, so it need to be reequipped to regain its title as 5th generation fighter.
http://english.pravda.ru/russia/economics/18-06-2010/113908-fifth_generation-0 
hightechnologyzone

F-22 Raptor (USA, 2005)
This is the world’s first and so far only produced fighter classified as 5th generation aircraft – it is introduced in December 15th 2005, but it’s first prototype, YF-22, had his first flight in September 29th 1990. 9 years earlier (1981), USAF identifies need to replace F-15. Manufacturers are Lockheed Martin Aeronautics and it’s partner Boeing Integrated Defense Systems. They produced 168 units so far (1 unit costs ~ US$150 million).


This fighter is a single-seat, twin-engine aircraft designed to be dominant in the air-to-air combat, but its complex structure and size makes it too expensive right now. On the other side, the smaller F-35 is less dominant and cheaper fighter, so it will be produced for selling.  




General performances


According to Lockheed Martin, the F-22 is the 2.0 Mach machine (Mach 1 = speed of sound) – they said that with afterburners, speed is "greater than Mach 2.0" (2,120 km/h, 1,317 mph).
According to AirForces Monthly magazine, the highest achieved speed by this aircraft is Mach 2.25 (2,410 km/h, 1,500 mph).
Range of F-22 Raptor is 2,960km, service ceiling (max altitude) is 19,802m, combat radius (max distance from the airbase) is 759km and g limit is -3.0/+9.0g.


This fighter is capable of maintaining a constant angle of attack of over 60°, yet still having some control of roll. During June 2006 exercises in Alaska, F-22 pilots demonstrated that cruise altitude has a significant effect on combat performance, and routinely attributed their altitude advantage as a major factor in achieving an unblemished kill ratio against other US fighters and 4th/4.5th generation fighters.



F-35 Lightning II (USA, 2014)

This is the single-seat, single-engine fighter descended from the X-35, the product of the Joint Strike Fighter (JSF) program. First flight of prototype was in December 15th 2006, and its introduction is planed for 2014.

As mentioned, The United States intends to buy a total of 2,443 aircraft for an estimated US$323 billion, making it the most expensive defense program ever. Its development is being principally funded by the United States, with the United Kingdom, Italy, Netherlands, Canada, Australia, Denmark, Norway and Turkey providing additional funding. It is being designed and built by an aerospace industry team led by Lockheed Martin with Northrop Grumman and BAE Systems as major partners.  The F-35 is likely to cost between US$65–120 million – it will be less dominant then F-22 in air-to-air combat, but much more economical (commercial).

To keep operating costs down, designers are developing 3 types of this aircraft: F-35A - conventional take off and landing (CTOL) variant, F-35B - short-take off and vertical-landing (STOVL) variant and F-35C - carrier-based CATOBAR (CV) variant. The F-35 is intended to be the world's premier strike with close and long range air-to-air capability second only to that of the F-22 Raptor.





General performances

According to Aviation Week site, max speed of F-35 Lightning II is Mach 1.67 (2,065 km/h, 1,283 mph).
Range is 2,220km, service ceiling is 18,288m and combat radius is 1,090km and g limit is 9g.


hightechnologyzone


Sukhoi/HAL (India – Russia, 2018)


In 2018, the Sukhoi/HAL will be introduced. It is developing for Indian Air Force in cooperation of Sukhoi Design Bureau and Hindustan Aeronautics Limited.







AMCA (India, 2025)


The Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA) will be the Indian twin-engine fighter. It is developing by Aeronautical Development Agency and its introduction is planed by 2025.








TFX 2012 TURKEY







TURKY MULTY ROLE STEALTH FIGHTER BOMBER TXF-2012 CONCEPT.

Mitsubishi ATD-X Shinshin (Japan)



The “Advanced Technology Demonstrator – X” (ATD-X) is a prototype being developed by Mitsubishi Heavy Industries for Japanese Ministry of Defence. It is not officially planed for production, but its first flight is expected in 2014.
The ATD-X will be used as a technology demonstrator and research prototype to determine whether domestic advanced technologies for a 5th generation fighter aircraft are viable, and is a 1/3 size model of a possible full-production aircraft. It is mostly inspired by F-22 Raptor.